DANAU SENTARUM - Elang dan Ikan Endemik Ditemukan
08-02-2010
Pontianak, Kompas - Burung langka elang-ular kinabalu atau Spilornis kinabaluensis, yang biasa dijumpai di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, baru-baru ini ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Adapun ikan balashark, yang endemik Sungai Kapuas dan lebih dari 30 tahun tak ditemukan lagi, juga ditemukan kembali di Taman Nasional Danau Sentarum. Kepala Seksi Semitau pada Balai Taman Nasional Danau Sentarum Budi Suriansah, pekan lalu, mengungkapkan, burung yang biasa dikenal dengan sebutan Mountain Serpent Eagle tersebut ditemukan sekitar tiga bulan lalu saat pihaknya menyurvei populasi orangutan (Pongo pygmaeus). Diduga, burung tersebut bermigrasi saat air danau surut. ”Kami menemukan tiga ekor di atas sungai yang ada di kawasan taman nasional. Satu ekor ditemukan di Sungai Empanang dan dua ekor di Sungai Leboyan,” kata Budi. Elang-ular kinabalu termasuk burung yang terancam punah dan masuk dalam Convention on International Trade Endangered of Wild Flora and Fauna (CITES) Appendix II. Situs www.burung.org menuliskan, elang-ular kinabalu endemik Kalimantan bagian utara dan penyebarannya di Gunung Kinabalu serta di Gunung Murud dan Gunung Mulu di Serawak, Malaysia. Elang tersebut memiliki ciri berukuran besar (55 sentimeter), berwarna gelap dengan jambul pendek lebat dan garis berwarna pucat di ekor. Sayapnya panjang dengan corak bintik-bintik kecil, memiliki bulu pada garis tengkuk berwarna coklat amber terang, dan bagian tenggorokan hitam. Burung ini bagian iris dan kakinya berwarna kuning, sedangkan paruhnya berwarna putih. Dengan temuan tersebut, koleksi jenis burung temuan di Taman Nasional Danau Sentarum menjadi 311 jenis, setara dengan seperlima jenis burung yang ada di Indonesia. Burung lain yang telah ditemukan, antara lain, adalah delapan jenis rangkong (Bucerotidae), bangau hutan rawa (Ciconia stormi), dan beluk ketupa (Ketupa ketupa). Balai Taman Nasional Danau Sentarum juga menemukan kembali ikan hias balashark akhir tahun 2007. Ikan langka, yang oleh warga setempat disebut ikan ketutung, itu tersangkut kail salah seorang staf Balai Taman Nasional Danau Sentarum. Ikan itu tak lagi dijumpai sejak 1975. Ikan itu lantas diawetkan bersama spesimen ikan arwana merah (Scleropages formosus). Ikan itu besarnya hampir sama dengan ikan bandeng. Sirip bagian atas seperti ikan hiu. Wilayah penyebarannya di Sungai Musi (Sumatera Selatan), Sungai Batanghari (Jambi), serta Sungai Kapuas (Kalbar). Dengan penemuan ikan itu, koleksi Taman Nasional Danau Sentarum menjadi sekitar 266 jenis. (fan/why) Sumber berita: Kompas Cetak
Lainnya :
• TANAH AIR - Giliran Mutu Penghuninya
• TANAH AIR - Kelimutu, Dijaga Kicau Burung Arwah
• Pulihkan Hutan
• PERTAMBANGAN EMAS - Eksplorasi Belum Rusak Taman Nasional
• Burung Pencetak Rekor Terbang
lainnya...
|