Press Release Burung Indonesia
27-07-2010
Burung Indonesia Luncurkan Edisi Cetak Ulang Buku Panduan Lapangan
“Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (Termasuk Sabah, Serawak dan Brunei Darussalam)”

Edisi Cetak Ulang Buku Panduan Lapangan |
BOGOR, BURUNG INDONESIA – Mengamati alam dan hidupan liarnya adalah kegiatan yang besar maknanya untuk mendekatkan manusia kepada alam. Burung adalah indikator yang baik untuk mengidentifikasi daerah yang kaya keragaman hayatinya, termasuk perubahan dan masalah lingkungan yang ada. Diperkirakan, di seluruh dunia terdapat 10.000 jenis burung yang 1.599 jenisnya terdapat di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 353 jenis di antaranya merupakan jenis endemik, jenis yang dapat ditemukan di Indonesia saja. Satu dekade lebih telah berlalu sejak pencetakan Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan dalam Bahasa Indonesia. Sejak saat itu dinamika dalam dunia konservasi telah banyak berubah pula. BirdLife International – Indonesia Programme pada tahun 2002 telah menjelma menjadi organisasi nasional yang mandiri, Burung Indonesia, dengan nama lengkap Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau dalam bahasa Inggris BirdLife Indonesia Association. Pada tahun 2008, Burung Indonesia telah melakukan survei kuesioner mengenai kegunaan (usability) seri panduan lapangan. Survei menunjukkan bahwa buku-buku panduan lapangan ini telah menjadi referensi standar bagi peneliti, profesional, kelompok dan individu pengamat burung. Ditemukan pula bahwa buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan adalah buku yang paling populer untuk informasi avifauna Sunda Besar dalam Bahasa Indonesia. Namun sayangnya, buku ini semakin sulit ditemukan di pasaran. Menurut Ige Kristianto dari Yayasan Kutilang Indonesia Yogyakarta, saat ini jumlah pengamat burung di Indonesia terus berkembang pesat. Karena itu buku panduan lapangan menjadi kebutuhan mendasar untuk melipatgandakan jumlah pengamat dan pelestari burung. “Tidak ada alasan untuk tidak mencetak ulang buku panduan ini” tegas Ige. Hal senada diungkapkan Dr. Wilson Novarino, M.Si., pengajar di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, sampai saat ini panduan SJBK (Sumatera Jawa Bali Kalimantan) merupakan satu-satunya buku yang sangat optimum pemanfaatannya di lapangan, baik dari segi desain maupun keterangannya. “Luasnya penggunaan buku tersebut di kawasan Sundaland juga merupakan salah satu alasan pentingnya perbanyakan buku tersebut” jelas Wilson. Yuyun Kurniawan dari Yayasan Titian, Pontianak, Kalimantan Barat, pun mengamini akan pentingnya buku panduan ini. Menurut Yuyun kelangkaan Buku Panduan SJBK menjadi kendala bagi inisiatif-inisiatif studi mengenai burung di Indonesia. Oleh karena itu Burung Indonesia berinisiatif untuk mencetak ulang buku panduan ini. Peluncuran edisi cetak ulang “Buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan” dilakukan saat acara “Merayakan Keragaman Burung di Indonesia” pada hari Sabtu, 17 Juli 2010 di Kebun Raya Bogor. Menurut Yoppy Hidayanto, Coordinator of Knowledge Center Burung Indonesia, sejalan dengan perkembangan pengetahuan avifauna, ditemukan beberapa perubahan tata nama dan koreksi informasi lainnya. Akan tetapi, buku ini masih relevan dan berguna untuk dipakai. Meskipun demikian, Burung Indonesia berupaya memberikan informasi avifauna Sunda Besar yang mutakhir. “Karenanya, Burung Indonesia dan Bas van Balen berusaha melengkapi edisi cetak ulang ini dengan menerbitkan secara terpisah revisi informasi dari buku panduan lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan berikut tabel daftar jenis lengkap burung-burung di Indonesia,” ungkap Yoppy. Dengan penerbitan ulang buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan ini, Burung Indonesia berharap dapat mendorong minat masyarakat luas terhadap konservasi burung dan keragaman hayati, dan pada akhirnya menghasilkan kesadaran serta motivasi untuk membalik krisis ekologis yang semakin menyulitkan penghidupan masyarakat. Di sisi lain, krisis juga menjadi kesempatan bagi generasi ini untuk memperbaikinya, untuk hidup harmonis bersama alam untuk kebaikan kita sendiri dan kemaslahatan bagi seluruh mahluk hidup di bumi. Keterangan lebih lanjut, hubungi : Yoppy Hidayanto
Coordinator Knowledge Center Burung Indonesia
Jl. Dadali No. 32, Tanah Sareal, Bogor
P: (0251) 8357222 ext. 107
M: 0815 11492 840
E: y.hidayanto@burung.org Keterangan lengkap mengenai buku Judul:
Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (Termasuk Sabah, Serawak dan Brunei Darussalam); Edisi Cetak Ulang Penulis:
John Mac Kinnon
Karen Phillipps
Bas van Balen Penerbit:
Burung Indonesia Tahun terbit:
2010 Cetakan:
Paperback, Edisi cetak ulang, 512 halaman ISBN:
9786029731101 Harga:
Rp 125.000,-
Lainnya :
• Restorasi Ekosistem di Indonesia, Cara Efektif Mengurangi Emisi dari Deforestasi di Hutan Produksi
• Menanti Bidadari Halmahera Menari
• Ani Mardiastuti, Ahli Burung Liar Indonesia - Panggilan Hati dari Alam
• Di Balik Deforestasi dan Degradasi Lahan
• Finalis Ernst & Young Social Entrepreneurship 2009
lainnya...
|