Tentang BIBerita & AgendaProgramPusat DataKeanggotaanMerchandisesLinksBirdkeeping

pada


6 September 2010 - 1:08 pm  

Menanti Bidadari Halmahera Menari
 
26-03-2010

Ke Bukit Batu Putih, mengintip satu-satunya cenderawasih di luar Papua

Burung Indonesia/Riza Marlon

Pada 1858, Ali, asisten Alfred Russel Wallace (1923-1913), terpikat oleh burung yang hanya hidup di Bacan dan Halmahera, Maluku Utara ini. Namanya diabadikan pada weka-weka sebutan penduduk setempat Semioptera wallaceii, famili Paradisaeidae. Lebih dikenal sebagai Bidadari Halmahera atau Wallace's standarwing.

Si bidadari akhirnya saya temui bersama Burung Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, dalam Napak Tilas 150 Tabun Ekspedisi Alfred Russel Wallace ke Ternate - Halmahera, dua tahun lalu.

Naik mobil di 10 km jalan aspal, 1 km di setapak bekas jalur penebangan pohon, lanjut 30 menit jalan kaki lewat semak berjurang di sisi kiri, kami pun tiba di Pondok Anu, panggung kayu 2 lantai terbuka, dapur tungku dan "kamar mandi" sungai di Sidangoli, Jailolo Selatan. Menemui Demianus "Pak Anu" Bagali (47), asisten, pemandu David Bishop, ahli burung dari Australia ke semua lokasi pengamatan burung di Halmahera sejak 1982 yang akhirnya menghasilkan buku A Guide to the Birds of Wallacea. Kekayaan hayati ini jadi pertimbangan penetapan Taman National (TN) Aketajawe­Lolobata pada 2004. Dua blok hutan, Aketajawe di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kotamadya Tidore Kepulauan 77.100 ha, dan Lolobata di Kabupaten Halmahera Timur 90.200 ha - total 167.300 ha. Di sini tinggal 24 jenis burung endemik Maluku Utara termasuk si weka-weka, kupu-kupu berekor (Graphium Euphrates) dan kuskus Halmahera (Phalanger sp.).

Sejak 2004, Pak Anu menjaga habitat dan memperkenalkan weka-weka lewat ekowisata. Di Kali Batu Putih, Anu baru sadar, di kebunnya yang hanya 300 m dari jalan raya, tinggal weka-weka. Pada 2000, Konflik Ambon, pohon ditebang, burung pindah, Anu mengungsi ke Manado. Begitu balik, para bidadari pindah ke Bukit Batu Putih, 2,7 km atau 700 m di GPS dari tempat semula. Anu langsung menemui lurah untuk melindungi kawasan ini. Habitat dengan pandan dan liana sarat semut dan serangga kesukaan si burung dijaga.

Kami jalan kaki ke bukit si bidadari yang biasa olah gerak dan suara pada pukul 05:30 - 07:00 WIT atau sampai pukul 08:00 bila hujan dan ada betina. Sampai saat itu, biasanya ada sekitar 3 betina dan 15 jantan. Pukul 07:00 sudah terlalu "siang" untuk berharap didatangi Bidadari Halmahera. Tapi dua menit kemudian, weka-weka tiba. Sayang, semuanya jantan hingga tak bisa menyaksikan mereka menari memikat betina. Di satu badan air, Anu menunjuk "lumpur" dan batuan putih, "Ini bisa diolah jadi semen, keramik atau cat." Kawasan ini diincar perusahaan tambang asing. "Tambang memang penting, tapi burung juga penting. Saya berharap, kawasan ini bisa dijadikan perluasan Taman Nasional," ujarnya serius.

Mungkin agak sulit karena letaknya jauh dari TN Aketajawe-Lolobata. Pada 28 Oktober 2009, Kantor Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Halmahera Barat menetapkan Bukit Tanah Putih sebagai Taman Hutan Wisata, Kabar terakhir (Februari 2010) dari David Purmiasa, Burung Indonesia Program Halmahera, si bidadari juga ditemukan di Labilabi, jazirah timur laut Halmahera. Penetapan kawasan pelestarian bagi habitat weka-weka di luar TN Aketajawe-Lolobata terus dilakukan. Berkejaran dengan waktu dan kepentingan manusia, sang bidadari masih menyanyi dan menari di pulau berbentuk K yang kadang dijuluki Sulawesi Kecil di gugus Maluku itu. (Christantiowati)

Sumber: National Geographic Traveler, Maret 2010 Volume 2. No. 2

 

 

Lainnya :
 
Press Release Burung Indonesia
Restorasi Ekosistem di Indonesia, Cara Efektif Mengurangi Emisi dari Deforestasi di Hutan Produksi
Ani Mardiastuti, Ahli Burung Liar Indonesia - Panggilan Hati dari Alam
Di Balik Deforestasi dan Degradasi Lahan
Finalis Ernst & Young Social Entrepreneurship 2009

lainnya...
 

© 2004-2010, Burung Indonesia, hak cipta nama, logo, dan karya dilindungi Undang-undang
Last updated: 05 September 2010 - Rancangan laman oleh Burung Indonesia - Kontak laman: webmaster (at) burung.org
Burung Indonesia adalah mitra BirdLife International di Indonesia