Tentang BIBerita & AgendaProgramPusat DataKeanggotaanMerchandisesLinksBirdkeeping

pada


6 September 2010 - 1:55 pm  

Gambaran Lokasi Program Halmahera

EBA: 171 (Maluku Utara)

IBA: MID06 (Aketajawe - Maluku Utara)

Spesies burung endemik: Accipiter henicogrammus, Megapodius freycinet, Ptilinopus monacha, Ptilinopus hyogastra, Ducula perspicillata, Ducula basilica, Eos squamata, Lorius garrulus, Cacatua alba, Loriculus amabilis, Centropus goliath, Todiramphus diops, Todiramphus funebris, Eurystomus azureus, Pitta maxima, Coracina atriceps, Coracina parvula, Lalage aurea, Monarcha pileatus, Myiagra galeata, Pachycephala griseonota, Dicaeum erythrothorax, Zosterops atriceps, Lichmera argentauris,Melitograis gilolensis, Philemon fuscicapillus, Oriolus phaeochromus, Lycocorax pyrrhopterus, Semioptera wallacii, Corvus validus

Spesies satwa endemik lain: Capung (Selysioneura thalia, Synthemis alecto, Synthemis cervula), Kupu-kupu raja (Papilio heringi), Belalang (Cranae kukenthali kukenthali, Cranae nigro-reticulata, Phalaca spelendida), Katak mulut sempit (Callulops dubia, Cophixalus montanus), Kuskus (Phalanger sp Halmahera) dan 20 spesies Keong darat.

Spesies flora: Damar (Agathis sp.), Bintangur (Calophyllum inophyllum), Kayu Bugis (Koordersiodendron pinnatum), Matoa (Pometic pinnata), Merbau (Intsia bijuga), Nyatoh (Palaquium obtusifolium).

Propinsi Maluku Utara

Halmahera islands

Provinsi Maluku Utara secara resmi berdiri pada tahun 1999, yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Maluku. Provinsi ini sering disebut juga oleh masyarakatnya dengan istilah Moloku Kieraha, yang secara umum berarti Maluku dengan empat gunung atau kerajaan besar. Maksud empat kerajaan ini adalah Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, dan Kesultanan Jailolo.

Saat ini, Provinsi Maluku Utara secara administratif pemerintahannya terdiri dari enam kabupaten dan dua Kota yaitu:

  1. Kota Ternate
  2. Kota Tidore Kepulauan
  3. Kabupaten Halmahera Utara
  4. Kabupaten Halmahera Barat
  5. Kabupaten Halmahera Timur
  6. Kabupaten Halmahera Tengah
  7. Kabupaten Halmahera Selatan, dan
  8. Kabupaten Kepulauan Sula

Ibukota provinsi berada di Pulau Ternate yang berada di sisi timur Pulau Ternate. Ternate merupakan kota tua. Kota ini ditetapkan secara resmi berdiri pada tanggal 29 Desember 1250, sehingga saat ini sudah berumur 758 tahun. Tanggal 29 Desember dan tahun 1250 merupakan dua waktu terpisah. Tanggal 29 Desember merupakan saat kemenangan Sultan Babullah atas Portugis (diusirnya Portugis dari Benteng Gamlamo di Ternate pada tahun 1575). Sedangkan tahun 1250 diyakini sebagai waktu awal dari proses berdirinya kota Sampalu sebagai ibukota pertama Ternate (berdasarkan dokumen tua yang ditulis oleh Jogugu Marsaoli,1697).

Pentingnya Pulau Halmahera bagi Konservasi Keragaman Hayati

Pulau Halmahera adalah pulau terbesar di Propinsi Maluku Utara dengan luas sekitar 18.000 km2 . Suatu analisis dengan menggunakan burung sebagai indikator (Endemic Bird Area) menunjukan bahwa Halmahera dan pulau-pulau kecil disekitarnya adalah suatu hotspot keanekaragaman hayati dunia. Kepulauan ini berada di urutan ke-sepuluh dari 218 hotspot keanekaragaman hayati di dunia.

Bukti-bukti taksonomi mengindikasikan bahwa Halmahera penting bagi pelestarian keragaman hayati di Indonesia:

  • Empat marga (genus) burung endemik ditemukan di Maluku bagian utara, dan keempatnya ditemukan di Halmahera.
  • Pulau Halmahera dan sekitarnya juga memiliki dua marga tumbuhan berbunga endemik. Salah satu dari kedua marga endemik tersebut (Parakibara) hanya ditemukan di Halmahera, sedangkan yang lainnya (Pseudosmelia) juga ditemukan di Morotai.
  • Pulau Halmahera menjadi habitat utama untuk 24 jenis burung endemik Maluku Utara serta memiliki jenis-jenis satwa yang khas untuk tingkat pulau, yang tidak ditemukan di pulau lain manapun di dunia. Satwa-satwa khas ini terdiri atas 1 jenis mamalia, 4 jenis burung, 2 jenis amfibia, 3 jenis belalang, 3 jenis capung, 1 jenis kupu-kupu ekor-panjang serta 20 jenis siput darat (Sumber: Sujatnika dkk. 1995, Flannery 1995 dan Monk dkk. 1997).

Taman Nasional Aketajawe Lolobata

HalmaheraBlok hutan Aketajawe Lolobata di Pulau Halmahera resmi ditunjuk sebagai kawasan taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 397/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004, atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kota Tidore Kepulauan. Penunjukan ini merupakan puncak dari suatu proses riset dan konsultasi yang dilakukan selama hampir 9 tahun.

Luas TN Aketajawe Lolobata sebesar 167.300ha, yang terbagi menjadi dua blok, yaitu blok Aketajawe seluas 77.100ha (wilayah Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Tengah) dan blok Lolobata seluas 90.200ha (wilayah Kabupaten Halmahera Timur). Blok Aketajawe tepat berada di pertengahan kaki-kaki dari empat semenanjung besar Pulau Halmahera. Sedangkan blok Lolobata berada tepat di tengah semenanjung timur laut.

Terdapat sekitar 213 jenis burung yang dapat dijumpai di Pulau Halmahera. Dari total 26 jenis burung endemik di regional Maluku Utara, 24 jenis di antaranya dapat dijumpai di kawasan TN Aketajawe Lolobata. Beberapa di antara jenis-jenis endemik tersebut adalah kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima), dan si cantik bidadari halmahera (Semioptera wallacei).

Hutan alam di kawasan Taman Nasional Aketajawe-Lolobata melastarikan habitat utama bagi pelestarian spesies-spesies kunci keragaman hayati wilayah Maluku Utara. Hutan-hutan di dalam kawasan ini juga melindungi sumber air yang sangat diperlukan bagi irigasi lahan persawahan di sekitarnya dan untuk pengembangan industri di wilayah pesisir.

Letak astronomis:

Lolobata: 12804"47,64' - 128045"31,5' BT dan 0057"8,44' - 1030"5,72'LU

Aketajawe: 127017"20' - 127056"3' BT dan 0 016"9,6' - 0052"20,17'LU

Para Pihak:

Dalam pelaksanaan Program ini Burung Indonesia bermitra dengan Balai Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Maluku khususnya Seksi KSDA Ternate, BPKH Ambon, BPKH Manado. Mitra terkait dalam pelaksanaan ini adalah Pemerintah Propinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Masyarakat di sekitar taman nasional Aketajawe-Lolobata, Komunitas Tobelo Dalam yang masih hidup semi nomadik di sekitar /di dalam taman nasional; NGO lokal serta dunia usaha yang konsesinya berbatasan dengan taman Nasional.

© 2004-2010, Burung Indonesia, hak cipta nama, logo, dan karya dilindungi Undang-undang
Last updated: 05 September 2010 - Rancangan laman oleh Burung Indonesia - Kontak laman: webmaster (at) burung.org
Burung Indonesia adalah mitra BirdLife International di Indonesia